Industri Kerajinan Miniatur Kapal Layar dari Mojokerto

Kondisi wilayah geografis Indonesia yang terdiri dari puluhan ribu pulau dan diapit oleh dua benua (benua Asia dan Australia) serta dua samudera luas (samudera Pasifik dan samudera Hindia) telah menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari. Sudah berabad-abad lamanya para pelaut Indonesia, dengan hanya menggunakan perahu bercadik mampu mengarungi samudera luas untuk mencapai wilayah-wilayah di belahan bumi lainnya.

2008062020

Salah satu bukti sejarah yang sekaligus juga dapat diasosiasikan sebagai dokumen otentik jaman dulu mengenai kejayaan nenek moyang bangsa Indonesia di lautan pada masa lampau adalah relief mengenai perahu bercadik yang ada di Candi Borobudur. Padahal Candi Borobudur sendiri diyakini para ahli sejarah dibangun sekitar abad ke-7 atau abad ke-8 masehi. Karena itulah, kemudian lahir semboyan dan nyanyian bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa pelaut.

Berbicara tentang masalah bahari tentu tidak akan terlepas dari alat transportasi laut yang disebut dengan perahu atau kapal. Kemampuan bangsa Indonesia dalam membuat perahu atau kapal pun sudah cukup tinggi. Para pelaut dari suku Bugis dan Bone sudah sejak lama memproduksi kapal tradisional pinisi yang memiliki kemampuan jelajah yang cukup tinggi. Sampai saat ini pun masih banyak saudagar atau pun para nelayan tradisional di wilayah Sulawesi Selatan yang menggunakan kapal pinisi.

Seni dan keterampilan membuat kapal layar tradisional itu menjadi inspirasi bagi Yuliastoni, seorang pengrajin miniatur kapal layar tradisional dan kapal layar Eropa yang banyak dipergunakan sekitar abad ke-15 sampai abad ke-17. Melalui Sanggar Seni Adhesinya, Yuliastoni memproduksi berbagai bentuk kerajinan miniatur kapal layar tradisional dan kapal-kapal layar Eropa yang sangat mirip dengan bentuk kapal layar aslinya.

Yuliastoni yang sebelumnya menggeluti industri kerajinan mainan anak-anak dari kayu, baru terjun ke industri kerajinan miniatur kapal layar sejak tahun 1998. Pada awalnya Yuliastoni hanya coba-coba membuat miniatur kapal layar dengan meniru model-model kapal layar tradisional Indonesia seperti kapal pinisi dan kapal jukung. Sistem penjualannya pun dilakukan secara sederhana, yaitu dari pintu ke pintu (door to door). Namun penjualan secara door to door itu justru membuat Yuliastoni lebih dekat dengan konsumen. Kedekatan hubungan dengan para konsumen itulah yang membuat Yuliastoni mengetahui persis apa yang diinginkan konsumennya. Sebab, melalui interaksi yang cukup intens dengan konsumen, Yuliastoni bisa memperoleh banyak masukan berharga mengenai produk buatannya.

20080620110

Semua masukan dari kalangan konsumen itu diterima Yuliastoni dengan tangan terbuka untuk selanjutnya diterapkan dalam upaya pengembangan produk selanjutnya. Dengan mendengarkan masukan-masukan itu, produk miniatur kapal layar buatan Yuliastoni terus berkembang. Model kapal layar yang diproduksi pun semakin beraneka ragam. Kini, Yuliastoni tidak hanya mampu memproduksi miniatur kapal layar tradisional Indonesia saja, tetapi juga memproduksi berbagai miniatur kapal layar Eropa. Keahlian Yuliastoni dalam memproduksi miniatur kapal layar terlihat jelas dari kemiripan miniatur itu dengan bentuk asli kapal layarnya. Hal itu dapat dicapai karena Yuliastoni selalu memperhatikan akurasi skala ukuran miniatur dibandingkan dengan ukuran kapal aslinya.

Keberhasilan Yuliastoni dalam memproduksi miniatur kapal layar pun diikuti dengan mengalirnya pesanan dari para konsumen untuk membuat model-model kapal layar sesuai dengan keinginan dan selera konsumen. Meningkatnya pesanan pembuatan miniatur kapal layar dari para konsumen telah membuat Yuliastoni terpaksa menghentikan kegiatan penjualan door to door. Sebagai gantinya, Yuliastoni membangun sanggar seni sendiri sebagai wahana untuk memperkenalkan berbagai produk miniatur kapal layarnya kepada para konsumen maupun para calon konsumen. Kendati demikian Yuliastoni tetap mempertahankan komunikasi dengan para konsumennya untuk menampung aspirasi mereka.

Untuk membuat berbagai miniatur kapal layar itu Yuliastoni mempergunakan bahan baku utama berupa kayu mahoni atau kayu sonokeling yang secara kebetulan mudah diperoleh dari sekitar Mojokerto dengan harga yang relatif murah namun kualitas kayunya cukup bagus. Kayu mahoni atau sonokeling itu dipergunakan untuk membuat badan kapal mulai dari anjungan, lambung kapal sampai buritan. Untuk membuat tiang-tiang miniatur kapal layar, Yuliastoni memanfaatkan limbah kayu ramin dari pabrik pengolahan kayu di sekitar Surabaya. Limbah kayu ramin ini sengaja dipilih karena kayu ramin memiliki sifat yang mudah dibubut. Bahan pendukung lainnya yang sering pergunakan untuk membuat miniatur kapal layar diantaranya benang nilon untuk tali atau tambang miniatur kapal, serta kain takonsit untuk pembuatan layar miniatur kapal serta monte-monte.

2008062028

Dengan dibantu oleh 12 orang karyawan, Yuliastoni kini mampu memproduksi rata-rata sekitar 1.000 unit miniatur kapal layar berbagai model dengan berbagai ukuran mulai dari ukuran panjang 10 cm sampai ukuran panjang 2 meter. Produk kerajinan miniatur kapal layar itu dipasarkan ke sejumlah kota besar di tanah air seperti Jakarta, Bali dan Yogyakarta dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 20.000 per unit hingga Rp 2 juta per unit. Selain dijual di toko-toko barang seni di berbagai kota di Indonesia, produk miniatur kapal layar buatan Yuliastoni banyak juga diminati para turis asing dari Australia sebagai barang souvenir. Sejak beberapa tahun terakhir ini, Yuliastoni secara rutin juga mengekspor produk miniatur kapal layarnya ke Korea Selatan.

Dalam benaknya Yuliastoni masih menyimpan angan-angan untuk mengembangkan produk miniatur kapal layarnya secara terurai (completely knocked down) agar memudahkan dalam pengiriman kepada pembeli sekaligus untuk menghemat ongkos kirim barang. Sebab, selama ini ongkos pengiriman produk miniatur kapal layar dalam bentuk utuh (completely built-up) terhitung cukup besar mengingat produk tersebut banyak memakan tempat. Bahkan seringkali terjadi pembeli terpaksa membatalkan kesepakatan jual beli akibat tingginya biaya pengiriman.

“Ke depan saya akan mencoba mengembangkan produk miniatur kapal layar secara teruarai sehingga akan memudahkan dalam pengemasan dan pengirimannya. Setiap kemasan produk kapal layar CKD akan dilengkapi dengan petunjuk perakitannya dimana setiap komponen miniatur kapal layar akan diberi nomor untuk memudahkan pembeli merakitnya kembali,” demikian Yuliastoni.

Sumber :  Arifh blogdetik

About these ads

11 gagasan untuk “Industri Kerajinan Miniatur Kapal Layar dari Mojokerto

  1. Ping-balik: Liping, miniatu… « fuguhbravoo

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s