
Dengan kreativitas, kaleng minuman bekas pun bisa diolah menjadi benda bernilai jual tinggi. Kaleng-kaleng bekas softdrink diubah menjadi miniatur sepeda motor atau binatang untuk pajangan. Seorang perajinnya bisa meraup omzet lebih dari Rp 10 juta per bulan.
Kaleng jelas bukan termasuk sampah yang mudah terurai oleh alam. Padahal, saban hari ada begitu banyak kaleng bekas, khususnya yang berasal dari minuman softdrink menyesaki tempat-tempat pembuangan sampah. Bisa dibayangkan apa yang terjadi pada bumi kalau pembuangan kaleng bekas ini terus berlangsung.
Gifson Harianja pun menemukan cara unik memanfaatkan limbah kaleng-kaleng. Pria yang bermukim di Jatiwaringin, Bekasi ini berhasil ‘menyulap’ kaleng-kaleng bekas menjadi benda yang bernilai jual tinggi
Awalnya dia melihat banyak kaleng bekas yang terbuang. “Saya berpikir kenapa tidak mencoba untuk merakit sebuah karya seni dari kaleng bekas itu,” cerita Harianja.
Ia pun membawa kaleng-kaleng bekas ke tokonya. Sembari menunggui barang dagangan di tokonya, Harianja mengutak-atik kaleng yang dikumpulkan menjadi miniatur seorang pemulung. Tak disangka, tiba-tiba ada seorang yang melewati tokonya dan menawar hasil karyanya itu dengan harga Rp 25.000 .
Sekarang, Harianja pun berkonsentrasi pada pembuatan miniatur dari kaleng bekas. Ia membuat miniatur vespa, patung tugu pancoran, motor harley dan pesawat. Harga jualnya berkisar Rp 50.000 hingga Rp 150.000 per unit.
Selain minatur single, Harianja juga merancang miniatur kehidupan, seperti seorang pemulung atau orang tua yang sedang berjualan. Meski terlihat lebih rumit, harga jual miniatur kehidupan ini cukup murah, yakni Rp 80.000 per unit.
Proses pengerjaan produk miniatur kaleng bekas pun cukup sederhana. Harianja hanya menggunakan tang dan gunting pada proses produksi. Dia sendiri yang berperan mendesain model berbagai karyanya.
Ia pun membatasi bahan bakunya hanya kaleng bekas minuman. “Karena kaleng lain semisal bekas susu terlalu tajam dan susah dibentuk,” ujarnya.
Harianja mengaku tak kesulitan mendapatkan pasokan bahan baku kaleng bekas. Pasalnya, ia mempunyai banyak teman yang membuka usaha kafe. Alhasil, suplai kaleng bekas pun diperolehnya dari teman-temannya itu.
Sebagai tambahan, sering pula Harianja membeli kaleng bekas dari para pemulung. Ia pun sering menjual potongan kaleng yang benar-benar tak terpakai kepada mereka.
Ia pun memilih tak mewarnai sebagian hasil karyanya, karena, menurutnya, proses pewarnaan justru akan menghilangkan kesan daur ulang. “Nanti orang justru menebak miniatur ini dari kayu,” ujarnya.
Dalam sebulan, Harianja mampu menjual 40 miniatur. Omzetnya pun mencapai Rp 2 juta. “Orang yang suka bisa langsung membeli empat sampai lima buah” ujar Harianja.
Lantaran hasil karyanya yang cukup unik ini, ada beberapa sekolah yang memintanya menjadi guru kesenian. Namun Harianja terpaksa menolak karena tak ingin kiosnya terbengkalai.
Omzet yang lebih besar bahkan diperoleh Kusnodin, perajin miniatur kain bekas lainnya yang berlokasi di Yogyakarta. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet lebih dari Rp 10 juta.
Berbeda dengan Harianja, Kusnodin memilih membentuk miniatur binatang, seperti belalang, merak, burung elang, dan lainya. Di bawah bendera Karya Baru, Kusnodin memulai usaha ini sejak tahun 1987.
Miniatur buatan Kusnodin ini bahkan sudah menembus pasar ekspor. Maklum, ia mempunyai distributor seorang warganegara Australia. Dari tangan distributor inilah, produk miniatur kaleng bekas ini dikirim ke Australia, Jepang dan Belanda. “Saya hanya memproduksi saja,” ujarnya.
Selain menyediakan miniatur dalam warna kaleng, Kusnodin juga menyediakan miniatur yang telah dicat. Maklum, Kusnodin punya kegemaran melukis. “Ini untuk memenuhi selera konsumen yang belum tentu suka warna kaleng,” ujarnya.
Tak heran, rentang harga miniatur produksi Karya Baru ini cukup lebar. Banderol harganya berkisar Rp 125.000 hingga Rp 10 juta per unit. “Selain dari ukuran, patokan harga juga tergantung tingkat kerumitan saat pembuatan,” jelasnya.
Kusnodin pun memberi contoh, ia pun pernah mematok harga hingga jutaan rupiah, saat menjual miniatur elang. Ia mengklaim, miniatur itu sangat mirip aslinya.
Untuk mengerjakan berbagai pesanan yang mampir ke bengkelnya, Kusnodin bisa memperkerjakan hingga 60 karyawan. Tapi jumlah karyawan berubah-ubah, tergantung order. Ia pun mengandalkan para pekerja yang berasal dari tetangga kanan kiri di lokasi bengkelnya, di Magelang.
Selain mendapatkan keuntungan, baik Harianja maupun Kusnodin mengaku senang karena dapat berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan. Karena tidak semua pabrik dapat mengolah kembali kaleng-kaleng bekas, di sinilah perajin berperan memanfaatkan kaleng bekas.
Harianja pun optimistis akan masa depan usahanya. Pasalnya, walaupun di Indonesia banyak yang menjual miniatur, biasanya bahan yang digunakan adalah kayu atau plastik. Sementara, perajin yang menggunakan kaleng bekas sebagai bahan baku masih sedikit.
Sumber : Kontan Id Jeep Picture : Koleksi kerajinannusantara.com


Amazing……………
Apakah dalam membentuk barangnya, kita harus mendisainnya dulu?
mohon jawabannya.
thanks!
Sdr Ali, bagi yang sdh mahir biasanya tidak memerlukan desain terlebih dahulu namun bagi yang baru belajar bisa mencontoh kerajinan yang sudah jadi, selebihnya tergantung intuisi dan jiwa kreatifitasnya.
Salam Kreasi
gimana cara menyatukan kaleng2nya pakai lem atau gimana
@Sdr soenardix
Bisa menggunakan lem maupun sistem press….
kalo sistem press tuh gmana ????????????????
@Redzha
tergantung jenis kerajinan apa yang saudara ingin buat…di situlah kreativitas anda di uji..
salam
kalo mw bagi-bagi ilmu tuh yang jelas bos jangan setengah-setengah. coba cara press tuh spt apa.. tolong jelasin jangan nanggung-nangung.
hehehe bener juga ya….
Salam
salam kenal,,, kalo pake lem yg bagus lem apa ya???
@Aldi
Salam kenal kembali…bisa pake glue gun (lem bakar), lem super glue/ cyanoacrylate ethyl adhesive atau lem besi 2 komponen tp mungkin jadi terlalu mahal cost/biaya produksinya,
Selamat Berkarya
bang klu kt mau belajar kira2 abng mau ngajarin ngak
mohon jawabany……….????
@sdr Puwanto Ghel
Terima kasih sebelumnya, karena satu dan lain hal untuk saat ini belum bisa pak….mohon maaf.
Salam
oooo gt ya….yp klu kt kepingin lht2 hasil karya abg boleh ngak….?
klu boleh alamatny dimn si…???
terus terang saya tertarik melht karya abg Astry.
ooo ya perkenalkan sy bersal dr pontianak(KALBAR)
mohon jawabany…???
@Purwanto Ghel
Sebenernya foto2 diartikel di blog ini bukan milik saya, karena kebetulan saya hoby dan teman2 pernah membuat jadi sedikit paham cara pembuatanya, khususnya barang2 berasal dari limbah….Kami dari Bandung (Jabar) mungkin suatu saat akan kami posting hasil karya kami khususnya berbahan dasar limbah kayu…
harganya piro kang!
Kalo tidak salah miniatur jeep cj 7 ini karya seniman asal selandia baru. Sandy sanderson, ketika kecelakaan menghancurkan kesenangannya akan musik, maka ia memulai membuat miniatur pesawat dan mobil. Sangat detil dan rapi. Kalau tidak salah saya pernah melihat bagaimana ia menjelaskan tutorial pembuatannya di salah satu media youtube anda juga bisa mengunjungi website beliau di sana ada tutorial, dan saya sedang mengerjakan satu project Hot Rod. Semoga berhasil…mari berkarya….
@Jammie
Terima kasih informasinya semoga bermanfaat bagi pembaca budiman…
Salam Kreasi
Yang buatnya itu tinggal di daerah mana mas? mohon infonya ya
@Putri Kurniawati
Klo miniatur mobil CJ7 diselandia baru, tp kalau miniatur vespa kami belum tahu…
Salam Kreasi
mas kalau mau pesen seprti itu di mana ya mas tempatnya ? mohon infonya
mohon info untuk pemesananmerk jeep