Dari Tempurung Kelapa, Penuhi Pesanan Sampai ke Jamaika

Di halaman rumah sederhana itu bergeletakan batok atau tempurung kelapa yang sebagian masih tertutup kulit kelapa yang telah mengering. Di sudut lain, beberapa karung yang juga berisi batok kelapa teronggok begitu saja.

“Batok-batok ini adalah bahan baku utama untuk membuat kerajinan tas yang sudah ditekuni keluarga kami,” ujar Bambang Sugirawan kepada Surabaya Post.

Menurut dia, usaha itu telah ditekuni keluarganya lebih dari sepuluh tahun secara turun-temurun. Sejak sepuluh tahun itulah, ia bersama beberapa anggota keluarga lainnya mulai membuat tas dari tempurung kelapa dan eksis hingga saat ini.

Bambang mengaku, tempurung kelapa ia pilih sebagai bahan utama, karena selain mudah didapat, tempurung juga memiliki nilai lebih dibanding dengan bahan lainnya. Di antaranya adalah kuat dan memiliki tekstur yang menawan.

“Proses pembuatan tas tempurung kelapa ini cukup rumit. Pertama, tempurung kelapa dibentuk mirip kancing baju dengan berbagai ukuran. Kemudian, tempurung yang sudah terbentuk tersebut dilem pada kain dan kita sulam hingga membentuk satu kesatuan,” terangnya. Agar memiliki kesan tradisional dan eksotis, tas tempurung kelapa tersebut dipadu dengan kain-kain bermotif tradisional, yakni kain batik yang menjadi kebanggaan bangsa. Inovasi Bambang membuat tas tempurung kelapa dipadu dengan kain batik ini cukup berhasil. Buktinya, Bambang kini kebanjiran order tak hanya dari dalam negeri, melainkan juga berasal dari luar negeri.

“Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor kami saat ini antara lain Meksiko, Jamaika , Iran, dan juga negara tetangga seperti Malaysia,” tutur Bambang.

Kini perajin yang sudah menekuni usaha sejak sepuluh tahun ini memadukan antara tempurung kelapa dengan kain batik. Paduan tersebut menghasilkan karya-karya yang cukup eksotis.

Membuat tas menjadi usaha di keluarga Bambang Sugirawan sejak turun-temurun. sejak sepuluh tahun terakhir, ia memulai membuat tas dari tempurung kelapa dan eksis hingga saat ini.

Tempurung kelapa ia pilih sebagai bahan utama tas karena selain mudah di dapat, tempurung kelapa juga memiliki nilai lebih dibanding dengan bahan lainnya, diantaranya adalah kuat dan memiliki tekstur yang menawan.

Saat ini, lanjut dia, ia memiliki lebih dari 40 karyawan. Dengan jumlah tenaga kerja tersebut, Bambang mampu menghasilkan 400 hingga 500 unit tas per bulan. Sedangkan omzet penjualan tas itu mencapai Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

Harga satu unit tas ini beragam, mulai dari 20.000 rupiah hingga 130.000 rupiah per unitnya. harga bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan pengerjaan.

Sumber : http://www.suaramedia.com (foto: itrademarket.com)

Leave a comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s